Jumat, 28 Juni 2013

Dominasi Cina di Kejuaraan Bulutangkis Dunia dan Sektor Ganda Putera

          Tak genap lagi dua bulan waktu akan tiba di salah satu turnament bergengsi Bulutangkis,  turnament dengan level poin tertinggi di Arena bulutangkis sejajar Olimpiade dan melebihi All England, DIOSSP, China SSP, Denmark SSP dan Korea SSP. Turnamen ini sekaligus memberi gelar Juara Dunia kepada atlet  peraih gelar di turnamen ini.
            Dari 19 kali turnamen ini digelar yaitu sejak 1997 dan terakhir kali digelarpada tahun 2011, China masih mendominasi perolehan gelar dengan jumlah gelar total 52 gelar 11 gelar tunggal putra, 15 kali gelar di tunggal putri, 6 kali gelar di ganda putra, 16 kali gelar di Ganda putri dan 5 kali gelar di ganda campuran bahkan tahun 2010 dan 2011 Cina sukses menyapu bersih semua gelar.
            Sementara Indonesia sendiri hingga saat ini menempati jumlah peraih gelar terbanyak kedua dengan jumlah gelar total 18 gelar 6 kali gelar tunggal putra, 2 kali gelar di tunggal putri, 7 kali gelar di ganda putra, 0 gelar di Ganda putri dan 3 kali gelar di ganda campuran.
           
Di sektor ganda putera, sebenarnya Indonesia lebih unggul dibandingkan dengan China. Indonesia berhasil meraih juara dengan jumlah total perolehan juara di sektor ini sebanyak 7 kali melalui atlet Tjun Tjun/Johan Wahjudi (1977),Ade Chandra/Christian Hadinata (1980), Ricky Subagja/Rudy Gunawan (1993), Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1995), Candra Wijaya/Budiarto Sigit (1997), Tony Gunawan/Halim Haryanto (2001), Markis Kido/Hendra Setiawan (2007) sementara China hanya berhasil meraih gelar 6 kali di sektor ini melalui atlet Li Yongbo/Tian Bingyi (1987,1989) dan Cai Yun/Fu Haifeng (2006,2009,2010,2011)
            Ganda putera Indonesia mampu meraih 7 kali gelar dengan pasangan yang berbeda-beda meskipun Ricky subagja pernah meraih gelar dua kali namun dengan pasangan yang berbeda, sementara Cina sendiri hanya meraih gelar dengan dua pasangan atletnya, bahkan Cai Yun/Fu Haifeng menyumbang gelar di sektor ini sebanyak 4 kali. Ini artinya bahwa sebenarnya regenerasi Ganda putera Indonesia sebenarnya jauh lebih bagus dibandingkan Cina, bahkan di All England pun demikian, ganda putera Cina hanya menempatkan tiga nama yang pernah meraih gelar All England yaitu Li Yongbo/Tian Bingyi, Cai Yun/Fu Haifeng dan Liu Xio long/ Qiu Sihan.
            Lalu Cai Yun/Fu Haifeng yang masih diunggulkan sebagai pemain terbaik Cina ternyata setelah kembali kelapangan akhir-akhir ini harus takluk ditangan Akhsan/Hendra di dua pertandingan terakhir dengan skor 21-18 21-15 di Indonesia Open dan 21-16 21-12 di Singapura Open. Apakah ini berarti sektor ganda Putera Indonesia akan kembali menemukan kejayaannya? Dan Hendra setiawan adalah atlet yang akan menyamai rekor Ricky Subagja sebagai pemain yang memperoleg gelar juara dunia Ganda putera dua kali setelah 2007 memperoleh gelar ini bersama Markis Kido?. Kita nantikan!!!
           



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar